Senin, 18 Agustus 2014

Sebuah Opini Singkat tentang Kepedulian Anak Muda dan Politik di Indonesia

Tahun 2014, Indonesia sedang melakukan pesta demokrasi. Ya, pesta demokrasi yang seharusnya sudah selesai tetapi hingga saat ini MC belum mengatakan salam penutup. Pemilu 2014, merupakan pemilu yang dianggap cukup sukses. Mengapa sukses? Jumlah Golongan Putih semakin berkurang, dan euphoria pemilu sangat terasa. Dari mana kita tahu kalau jumlah Golongan Putih semakin berkurang? Dilansir dari salah satu website berita (http://news.detik.com/pemilu2014/read/2014/05/10/074125/2578828/1562/dibanding-tahun-2009-angka-golput-pemilu-2014-lebih-rendah) yang menyebutkan: 

"Menjawab pertanyaan partisipasi pemilih pada pemilu legislatif ini mencapai 75,11 persen," kata Husni usai rapat pleno di kantor KPU. KPU mencatat jumlah seluruh suara sah adalah 124.972.491 suara dengan angka perolehan tingkat golput mencapai 24,89 persen. Jika dibandingkan dengan pemilu legislatif 2009, maka tingkat partisipasi masyarakat terhadap gelaran politik 5 tahunan ini meningkat. Tercatat bahwa angka golput pada Pileg 2009 mencapai 29,01 persen dengan tingkat partisipasi 70,99 persen.

Kemudian euphoria pemilu juga dapat di rasakan di media-media sosial yang didominasi oleh anak muda seperti twitter, ask.fm, path, dan facebook. Banyak anak muda di Indonesia dengan usia 17-25 tahun yang memberitakan mengenai pilihan-pilihannya dalam Pemilu. Misalkan saja, Rizky Aljupri (22) yang mencalonkan diri sebagai anggota DPD-RI. Walaupun tidak dapat memenangkan Pemilu Legislatif, 9 April 2014 kemarin, dalam akun twitternya terus membahas mengenai masalah-masalah politik yang merujuk pada Pemilu Presiden. Tweet-tweet yang diposting oleh Rizky ini dapat menjadi pengaruh dan motor untuk anak muda sehingga lebih aware dan peduli dengan kondisi politik yang terjadi di Indonesia. 

Pemilu 2014, khususnya pemilu presiden sangat menarik untuk diikuti. Mengapa demikian? Karena selama 16 tahun, Indonesia mengalami masa demokratisasi, terdapat dua calon presiden yang memiliki kekuatan yang kuat yaitu pasangan Prabowo-Hatta Rajasa (berasal dari Militer) dan Joko Widodo-Jusuf Kalla (berasal dari Militer). Kedua pasangan sama-sama memiliki kekuatan yang luar biasa, ide-ide yang dibangun, program-program yang akan dijalankan dan lain-lain. Kondisi pertarungan politik yang seperti ini membuat kita berpikir dan merasakan bagaimana sengitnya pertarungan kandidat  presiden seperti di Amerika Serikat yang memiliki kandidat dari Partai Republik dan Partai Demokrat. Bagaimana dua kandidat ini bertarung untuk memenangkan suara di daerah-daerah yang memiliki pengaruh partai yang kuat. Dan hal-hal seperti ini yang dapat menarik simpati anak muda. Bagaimana anak muda berpikir dan menganalisa mengenai siapa yang akan menjadi pemimpin untuk membawa perubahan bagi Indonesia. 

Bila kita memperhatikan sosial media, tentu pada masa-masa kampanye anak muda mengeluarkan opini mereka tentang calon presiden, sehingga banyak terjadi black campaign dan negative campaign yang menyerang kedua calon  presiden ini. Banyak anak muda yang menjadi relawan kedua calon presiden, dan menggunakan cara yang digunakan untuk melakukan persuasif kepada anak muda lainnya yang belum menentukan pilihan. 

Tidak dapat dipungkiri, peran anak muda dalam politik sangatlah penting, baik secara langsung seperti menggunakan hak suaranya dalam pemilu, ataupun tidak langsung seperti diskusi isu politik. Hal itu akan membawa kebiasaan yang baru untuk anak muda, sehingga mereka dapat berpikir kritis untuk membawa Indonesia menjadi negara yang lebih baik, dalam segi pendidikan, kesehatan, kebebasan individu, dan lain-lain. Karena setiap kebijakan yang dikeluarkan oleh pemerintah dengan proses politik yang terjadi akan mempengaruhi kehidupan individu-individu dalam suatu negara, seperti kenaikan harga BBM serta dampaknya, kurikulum yang ditetapkan oleh pemerintah, bahkan konser artis luar negeri terjadi atas proses politik yang terjadi di dalamnya. 

Yuk anak muda Indonesia tunjukkan aksimu Aksi tidak harus dengan melakukan demonstrasi di depan gedung DPR-RI, dengan membuat tulisan, dan diskusi politik juga merupakan bagian kepedulian kalian terhadap politik di Indonesia di masa yang akan datang.

Review: Wow! Ada Restaurant yang menyediakan Mie Mirip Bungkusnya!!

Mix Diner and Florist (MixDF) merupakan restaurant yang terletak di daerah Mampang, Jakarta Selatan yang perlu dikunjungi kalian yang menyukai kuliner. Saat pertama kali datang ke tempat makan ini, kita akan disambut dengan ramah, dan kita diberikan setangkai bunga yang segar dan harum. Dekorasi MixDF ini juga sangat menarik karena menampilkan konsep Retro, dengan dekorasi dan perpaduan warna merah, biru, putih, dan hitam  membuat tempat ini sangat nyaman untuk dijadikan tempat mengobrol, hangout, dan lain-lain. Di dinding banyak sekali bingkai  foto dengan gambar-gambar seperti Marlyn Monroe, Audrey Hepburn, Volxwagen, dan masih banyak lagi. MixDF terdiri dari dua lantai, jadi buat kamu yang mau berkumpul bersama teman-teman kamu, kamu bisa menggunakan lantai dua yang lebih luas dibandingkan lantai satu.
      Sumber foto: www.areamagz.com

                                                         Sumber foto: www.vemale.com
                                                    sumber foto: www.food.detik.com

Uniknya, MixDF ini menyediakan menu  mie instant yang mirip dengan bungkusnya. Untuk mendapatkan mie instan mirip ini, kita hanya mengeluarkan uang Rp 19.000-Rp. 20.000. Ketika Mie Instan disajikan di depan kita, pelayan akan memberikan sample dari bungkus mie instant, sehingga kita dapat membandingkannya. Selain mie mirip terdapat menu makanan lainnya, seperti oreo goreng, banana spring roll, chicken bulgogi, beef bulgogi, dan lain-lain. Harga makanan dan minuman disini tidak mahal, dan rasanya juga lezat. MixDF juga menyediakan wifi, sehingga buat kalian yang mau mengerjakan tugas kuliah, atau sekedar browsing internet dapat ke sini.

Sumber Foto: Pribadi

Nah, buat kalian yang penasaran dengan MixDF bisa langsung datang ke Jalan Kapten Tendean No. 34 Jakarta Selatan (Di dalam Pom Bensin perempatan Mampang). Untuk info lebih lengkap atau mau reservasi bisa ke nomor 0877-778-835-06, dan bisa cek twitter @MixDF.

Minggu, 17 Agustus 2014

Ulasan mengenai Jurusan Ilmu Politik Universitas Indonesia

Banyak yang bertanya mengenai jurusan ilmu politik, seperti: apa sih ilmu politik?mau kerja dimana nanti? atau merasa ilmu politik adalah jurusan yang tidak memiliki nilai prestise seperti layaknya manajemen, hubungan internasional, akuntansi dan lain-lain. tapi tahukah kalian? dulu Ilmu Hubungan Internasional merupakan bagian dari Departemen Ilmu Politik, hingga pada tahun 1985. Di Ilmu Politik ini bakal ada peminatan atau konsentrasi untuk mendalami ilmu politik, yaitu:



  • Sistem Politik Indonesia
  • Perbandingan Politik

Sistem Politik Indonesia itu berkonsentrasi secara mendalam tentang politik di Indonesia, mulai dari Politik Lokal dan Otonomi Daerah, Pemerintahan dan Politik Indonesia, Bisnis dan Politik, Globalisasi dan Politik di Indonesia, dan masih banyak lagi. Biasanya bagi mahasiswa/i yang mengambil peminatan ini akan lebih sering untuk turun ke lapangan dan melihat serta meneliti langsung.
sedangkan untuk Perbandingan Politik berkonsentrasi tentang kita mempelajari sistem politik kawasan yang berada di luar Indonesia, seperti Politik Malaysia, Singapore, dan Brunei, Politik di Indocina, Politik di Asia Timur, Politik di Eropa Barat, Politik di Amerika Serikat dan Kanada dan lain-lain

Kira-kira prospek kerja buat ilmu politik apa sih? Sebenernya prospek kerja itu di Politik cukup luas, lulusan ilmu politik itu bisa jadi peneliti, kita liat kondisi politik di Indonesia seperti apa, dan biasanya yang dapat membuat penelitian tentang suatu permasalah di Politik itu adalah lulusan ilmu politik, karena ilmu politik belajar tentang konsep dasar mengenai politik, kemudian juga dapat menjadi pengamat politik, penasehat politik, dan bisa juga menjadi Juru Bicara Presiden, seperti Prof. H. Amir Santoso. Kemudian lulusan politik juga dapat bekerja dalam badan legislatif, Kementrian, PUSKAPOL UI (Pusat Kajian Politik), dosen dll. Selain itu mahasiswa/i Ilmu Politik UI untuk magangnya itu ke DPR RI, DPD, Partai Politik, Kedutaan, Organisasi Sosial Politik, Lembaga Swadaya Masyarakat dan Lembga-lembaga politik lainnya.

Kemudian untuk kehidupan mahasiswa/i ilmu politik khususnya S1 ini sangat kekeluargaan. Di sini sesama mahasiswa Ilmu Politik seperti keluarga, teman dan sahabat, tidak ada batasan antara senior dan junior. Mahasiswa/i Politik mempunyai suatu rumah atau bahasa lainnya adalah tongkrongan, dimana disini berisi semua mahasiswa/i politik lintas angkatan, namanya adalah Pengkolan Politik (PengPol). PengPol ini letaknya di selasar MBRC (perpustakaan FISIP UI) di dekat Plaza FISIP UI). kegiatan yang dilakukan oleh mahasiwa/i Ilmu Politik ini bermacam-macam, mulai dari main PES, ngobrol-ngobrol, main kartu hingga berdiskusi tentang politik dan mengerjakan tugas. Informasi lebih lanjut dapat mengunjungi: http://ilmu-politik.fisip.ui.ac.id/

Banyak orang belum terbuka tentang Ilmu Politik, terutama orang-orang yang ingin masuk dalam dunia politik dari jurusan non politik seharusnya mengerti tentang konsep dasar mengenai ilmu politik, sehingga penerapannya tidak menyimpang.

Mungkin banyak beranggapan mahasiswa/i politik itu kaku, dan selalu serius. disini ada beberapa foto yang isinya adalah Mahasiswa Ilmu Politik UI S1 Reguler/Paralel.

Menghadiri Seminar mengenai Pemilu Amerika Serikat di @Amerika, Pasific Place
Menghadiri Seminar mengenai Pemilu Amerika Serikat di @Amerika, Pasific Place
Simulasi Sidang DPR-RI, di FISIP UI
Representasi Humas Himpunan Mahasiswa Ilmu Politik 2014


Tulisan ini diambil dari blog saya: http://novitanatalia.blogspot.com/2013/03/ulasan-ilmu-politik-universitas.html terhubung saya lupa dengan password jadi saya menyalin tulisan ini.